Jumaat, 21 April 2017

(A38) PENDIRIAN FIQH ISLAM TERHADAP 4 GOLONGAN NON MUSLIM.

GOLONGAN NON MUSLIM :- ...
Terbahagi kepada Empat golongan :

1) Non Muslim "ahli Zimmah" : Non Muslim : kaum yang mendapat jaminan Allah dalam hak & hukum (undang-undang) negara. Terhadap golongan ini diberlakukan hukum & hak yang sama dengan kaum Muslim. Hak-haknya tidak boleh dilanggar : dikurangi : dinafikan, meliputi politik, ekonomi, sosial, ketenteraan (mereka berhak - bertanggung jawab memikul senjata), pengajaran, pendidikan & lain-lain hak yang bersangkutan dengan warganegara terhormat. Mereka mempunyai hak yang penoh sebagaimana yang dimiliki oleh kaum Muslimin (melainkan perkara yang telah diputuskan oleh perlembagaan dengan konsensus yang telah dipersetujui bersama - hak bumiputera & hak keistimewaan melayu). Adapun mengenai ibadah terserah kepada mereka sendiri, mereka berhak beramal & belajar menurut Agama & keyakinan mereka sendiri, sesekali tidak boleh diganggu atau dikurangi.


2) Non Muslim "Musta'man" : penganut Agama lain yang memohon perlindungan keselamatan & keamanan terhadap diri serta harta benda mereka. Pada golongan ini tidak diberlakukan hak & hukum bernegara (undang-undang tetap dikuatkuasakan). Diri & harta benda mereka wajib dilindungi dari segala yang akan membahayakan selama mereka masih berada dalam perlindungan kita.
(pelarian - pemastautin tetap bukan warganegara).

3) Non Muslim "Mua'ahadah" : Perjanjian damai & persahabatan antara negara lain yang bukan negara Islam, samaada disertai dengan perjanjian akan tolong menolong, bela-membela, atau tidak.
(negara sahabat - bukan negara Islam).

Note : Ketiga-tiga golongan Non Muslim (bil 1 - 3) tidak boleh dimusohi, bahkan harus diperlakukan sebagai sahabat karib.

4) Non Muslim "Harbi" - Musoh, Yaitu pemelok Agama lain yang mengganggu keamanan & ketenteraman, bersifat zalim - menzalimi atau melakukan penginayaan, suka menghasut serta mencari-cari takwil untuk membuat fitnah, mengacau pada perkara bukan haknya, dan memaksa umat (dengan apa cara, sifat, kata-kata, perbuatan) meninggalkan Agama Tauhid (ad-deen) serta I'ttiqad diredhai Allah Islam (al-Islam) atau menghalang dari mengamalkannya. Terhadap golongan Non Muslim Harbi ini dianggap musoh, kita diizinkan melawan (menentang dengan segala hujah/tidak menyokong & mengundi...), mengangkat senjata (bersyarat), mengumumkan perang (antara negara - bersyarat) terhadap mereka selama mana perbuatan mereka yang keji itu masih mereka lakukan, hingga tercapai keamanan & kesentosaan bagi setiap penganut Agama Tauhid (ad-deen), I'ttiqad yang diredhai Allah Islam (al-Islam) serta FuruqNya - Aqidah (al-Iman) dan Syariah (al-Ilmu), sehingga dapat tegak berdiri tidak diganggu gugat, difitnah (dengan sifat, cara, kata-kata, perbuatan) lagi oleh pengacau & perosak itu.

(*) SIAPA DAP DISISI ALLAH (al-Quran) ?... yang menentang apa saja berkaitan dengan perkara berkaitan dengan (hakikat) kalimah bacaan al-Quran "ad-deen" (Agama) yang mewajibkan "al-Islam" (Islam) serta FuruqNya (cabangan) "al-Iman" (Iman - Aqidah) mewajibkan "al-Ilmu" (al-Ilmu - syariah, syara' - Fiqh) dengan semua cabang ilmuNya...
///
Ab Sheikh Yunan.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan