Isnin, 17 April 2017

(A26) MENGENAL GOLONGAN SYIRIK - al-Yahud (Yehuda :Jew's) : Haadu - (cara, sifat, kata-kata, perbuatan) YAHUDI - Non Muslim.

YAHUDI - salah satu kaum zuriat Nabi Ibrahim AS dengan isteri pertama Maisarah > Ismail > Ishaq > Ya'qob : "al-Yahud" -  "Haadu" -  Cara, Sifat, Kata, Perbuatan Syirik terhadap hak-hak mutlak (zat) Allah.

YAHUDI (al-Yahud - Yehuda : Jew's - Keturunan Nabi Ibrahim dengan isteri pertamaNya - Maisarah - Ibrahim AS > Ishaq AS > Ya'qob - salah seorang anak Nabi Ya'qob AS bernama  Yehuda : Jew's - "al-Yahud" - "Haadu" (cara, sifat, kata-kata, perbuatan) Syirik terhadap Hak-Hak Mutlak Allah - NON MUSLIM.
A006
Katakanlah (wahai Muhammad): "Wahai orang-orang yang ber'ittiqad (yakin qalbu syirik dilaknati Allah - "Haadu" - cara, sifat, kata-kata, perbuatan) Yahudi, kalau kamu anggap bahawa kamulah sahaja orang-orang yang dikasihi Allah tidak termasuk umat-umat manusia yang lain, maka bercita-citalah hendakkan mati (dengan meminta kepada Allah supaya kamu dimatikan sekarang juga), jika betul kamu orang-orang yang benar!"
(Al-Jumu'ah 62:6) 
"Haadu" - cara, sifat, kata-kata, perbuatan Syirik itu bermula dari I'ttiqad (yakin kalbu - Uluhiyyah) - Syirik terhadap hak-hak mutlak (zat) Allah yang dilaknati Allah dengan sifat RIYA', UJUB, SUM'AH, TAKABBUR... kemudian zahir dengan Cara, Sifat, Kata, Perbuatan SYIRIK terhadap hak-hak mutlak (zat) Allah...

SesungguhNya sesiapa yang berlaku Syirik (terhadap hak-hak mutlak) Allah maka diharamkan bagiNya "al-Jannah - Syurga" dan tempat kembaliNya adalah "al-Nar - Neraka"...


BermulaNya dengan Syirik Khafi (samar-samar : kecil pada berI'ttiqaq (yakin qalbu) RIYA', UJUB, SUM'AH TAKABBUR"... kemudian zahir dengan Cara, Sifat, Kata-Kata, Perbuatan... (1) MEMUJA / TAKSUB kepada diri sendiri / taksub kepada berhala manusia... padahal memuja : taksub semata kepada Allah)... (2) memuja diri sendiri / memuji berlebihan : bodek... Padahal segala Pujian hanya bagi Allah... (3) membersih & menyucikan diri sendiri, keturunan, kaum, puak, jemaah, partiNya... Padahal tidak sesiapa pun yang berhak / berkuasa (bukan hak manusia) untuk membersih & menyucikan segala dosa, noda, maksiat melainkan Allah.


Allah Ta'ala berfirman:


وَقَضَيْنَا إِلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ فِي الْكِتَابِ لَتُفْسِدُنَّ فِي الْأَرْضِ مَرَّتَيْنِ وَلَتَعْلُنَّ عُلُوًّا كَبِيرًا

"Dan telah Kami tetapkan bagi bani Israiel (salah seorang anak Nabi Ya'qob - Yehuda : Jew's - "al-Yahud : Haadu - cara, sifat, kata2, perbuatan) dalam al-Kitab itu: “Sesungguhnya kamu akan membuat kerosakan di muka bumi dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar”.
(QS. Al-Isra: 4)


Golongan beri'ttiqad Syirik dilaknati Allah = "alYahud : Haadu" - Yahudi adalah Non Muslim, walau pun zahirnya berkupiah-serban, berjubah & berjanggut sunnah serta Solatnya sepanjang malam & puasa (tidak melakukan maksiah, kejahatan) pada siang harinya.

Kejahatan Yahudi disebabkan sifat dengki mereka;


A109
Banyak di antara Ahli kitab (al-Yahud :Yahudi dan an-Nasyoro : Nasrani) suka kalaulah kiranya mereka dapat mengembalikan kamu menjadi kafir (Syirik terhadap hak-hak mutlak zat Allah) setelah kamu beriman, kerana dengki yang timbul dari diri mereka sendiri, sesudah nyata kepada mereka kebenaran (Nabi Muhammad s.a.w). Oleh itu, maafkanlah dan biarkanlah oleh kamu (akan mereka), sehingga Allah datangkan perintahNya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu.
(Al-Baqarah 2:109)
 
Kejahatan mereka yang pertama terjadi pada zaman Nabi Ya’qub, moyang mereka. Mereka berkeinginan menyingkirkan saudaranya sendiri, Yusuf yang berakhlaq mulia sehingga mereka lebih disayangi bapaknya. (QS.Yusuf: 7-18). 



A007 
Demi sesungguhnya! (Kisah) Nabi Yusuf dengan saudara-saudaranya itu mengandungi beberapa pengajaran bagi orang-orang yang bertanya (tentang hal mereka untuk mengambil iktibar).
(Yusuf 12:7)

A008 
(Kisah itu bermula) ketika saudara-saudara Yusuf berkata (sesama sendiri): "Sesungguhnya Yusuf dan adiknya, lebih disayangi oleh bapa kita daripada kita, padahal kita ini satu kumpulan (yang ramai dan berguna). Sesungguhnya bapa kita adalah dalam keadaan tidak adil yang nyata."
(Yusuf 12:8)

A009
 (Ramai di antara mereka berkata):" Bunuhlah Yusuf atau buanglah dia ke suatu tempat yang jauh, supaya perhatian dan kasih sayang bapa kamu tertumpu kepada kamu semata-mata, dan supaya kamu sesudah itu menjadi orang-orang yang baik dan berguna".
(Yusuf 12:9
A010
Salah seorang di antara mereka berkata: "Janganlah kamu membunuh Yusuf, tetapi buanglah dia ke dalam pergi, supaya ia dipungut oleh sebahagian dari orang-orang musafir (yang lalu di situ), kalaulah kamu tetap hendak menjalankan rancangan kamu itu".
(Yusuf 12:10)
A011
Mereka pun (pergi berjumpa dengan bapa mereka lalu) berkata: Wahai ayah kami! Mengapa ayah tidak percaya kepada kami tentang Yusuf, padahal sesungguhnya kami sentiasa tulus ikhlas mengambil berat kepadanya?
(Yusuf 12:11)
A012
Biarkan dia pergi bersama-sama kami esok, supaya ia bersuka ria makan minum dan bermain-main dengan bebasnya; dan sesungguhnya kami akan menjaganya dengan sebaik-baiknya".
(Yusuf 12:12
A013
Bapa mereka menjawab: "Permergian kamu membawanya bersama sangatlah mendukacitakan daku, dan aku pula bimbang ia akan dimakan oleh serigala, ketika kamu lalai dari mengawalnya ".
(Yusuf 12:13
A014
Mereka berkata: "Kalau dia dimakan oleh serigala, sedang kami ramai bilangannya, sesungguhnya kami sudah tentu menjadilah orang-orang yang rugi".
(Yusuf 12:14
A015
Setelah mereka pergi dengan membawanya bersama dan setelah mereka sekata hendak melepaskan dia ke dalam perigi, (mereka pun melakukan yang demikian), dan kami pula ilhamkan kepadanya:" Sesungguhnya engkau (wahai Yusuf, akan terselamat, dan) akan memberi tahu mereka tentang hal perbuatan mereka ini, sedang mereka tidak sedar (dan tidak mengingatinya lagi) ".
(Yusuf 12:15)
A016
Dan sesudah itu datanglah mereka mendapatkan bapa mereka pada waktu senja sambil (buat-buat) menangis.
(Yusuf 12:16)
A017
 Mereka berkata: "Wahai ayah kami! Sesungguhnya kami telah pergi berlumba-lumba berburu dan kami telah tinggalkan Yusuf menjaga barang-barang kami, lalu ia dimakan oleh serigala; dan sudah tentu ayah tidak akan percaya kepada kata-kata kami ini, sekalipun kami adalah orang-orang yang benar".
(Yusuf 12:17)
A018
Dan (bagi mengesahkan dakwaan itu) mereka pula melumurkan baju Yusuf dengan darah palsu. Bapa mereka berkata: "Tidak! Bahkan nafsu kamu memperelokkan kepada kamu suatu perkara (yang tidak diterima akal). Kalau demikian, bersabarlah aku dengan sebaik-baiknya, dan Allah jualah yang dipohonkan pertolonganNya, mengenai apa yang kamu katakan itu."
(Yusuf 12:18)

Kegemaran mereka membunuh para Nabi dan Rasul seperti membunuh Nabi Yahya secara kejam iaitu memenggal lehernya dan kepalanya diletakkan di dulang emas. Nabi Zakaria juga dibunuh secara kejam, iaitu dengan digergaji tubuhnya. Kedua-dua pembunuhan ini terjadi pada zaman pemerintahan raja Herodes. Mereka juga gemar membunuh orang-orang yang beriman.
A021
Sesungguhnya orang-orang yang kufur (niat : i'ttiqad putus dengan Allah) ingkar (kapir) akan ayat-ayat keterangan Allah dan membunuh Nabi-nabi dengan jalan yang tidak benar, serta membunuh orang-orang yang menyeru manusia (dakwah lillaahi - kebenaran, kebaikan, kebajikan) supaya berlaku adil maka sampaikanlah berita yang mengembirakan mereka, dengan azab seksa yang tidak terperi sakitnya.
(A-li'Imraan 3:21)
 
Nabi Isa AS pun tidak terlepas dari rancangan jahat mereka, akan tetapi Allah Subhanahu wa Ta'ala menyelamatkannya...

 A157
Dan juga (disebabkan) dakwaan mereka dengan mengatakan: "Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih Isa Ibni Maryam, Rasul Allah". Padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak memalangnya (di kayu palang - salib), tetapi diserupakan bagi mereka (orang yang mereka bunuh itu seperti Nabi Isa). Dan Sesungguhnya orang-orang yang telah berselisih faham, mengenai Nabi Isa, sebenarnya mereka berada dalam keadaan syak (ragu-ragu) tentang menentukan (pembunuhannya). Tiada sesuatu pengetahuan pun bagi mereka mengenainya selain daripada mengikut sangkaan semata-mata; dan mereka tidak membunuhnya dengan yakin.
(An-Nisaa' 4:157)

Golongan SYIRIK - "al-Yahud (Yahuda - Judas), Haadu" (cara, sifat, kata-kata, perbuatan) adalah Non Muslim...
... FIQH - ahli Aqidah & Syariah dengan semua cabang IlmuNya dengan jelas mengatakan bahawa : perlaku berbuatan Syirik terhadap Hak-Hak Mutlak Allah yang dilaknati Allah, maka gugur lah "al-Islam - Islam" menjadi "al-Yahud - Yahudi" (kapir syirik...bukan kapir engkar), walau pun masih lagi berAgama (Innadden), selama mana belum zahir dengan perbuatan anggota jasad "Cara, Sifat, Perbuatan, Kata-Kata" Murtad (yartadda : yartadid mingku undeeneh) - berpaling tadah dari tauhidkan (zat) Allah maha Esa wajib wujud hanya Satu - Ahadun, Wahidun serta tidak mungkin berbilang-bilang (Pluralisme tauhid & i'ttiqad) : kesamarataan Tauhid (Libralisme tauhid & i'ttiqad) : Mulhid (Atheist) Komunisme.


Perbuatan Syirik bermula dengan I'ttiqad -niat (yakin kalbu) yang dilaknati Allah kerana berlaku Syirik terhadap Hak-Hak MutlakNya (Allah), maka berpindah lah I'ttiqad yang diredhai Allah "al-Islam - Islam" menjadi I'ttiqad yang dilaknati allah "al-Yahud - Yahudi", tanpa mengira bangsa manusia mana pun.

SesungguhNya kalimah bacaan al-Quran "al-Yahud" (dan juga al-Islam, al-Nasyoro, al-Musyrik & al-Majusa) tidak merujuk kepada bangsa manusia mana pun, kerana golongan berI'ttiqad - niat dilaknati Allah "al-Yahud - Yahudi" sudah ada bangsaNya "Bani Israiel" dan bukan semua Bani Israiel itu adalah golongan "al-Yahud (Yahuda - Jew's : Judas) - Haadu" (cara, sifat, kata-kata, perbuatan) Yahudi : Syirik - Non Muslim.

Rasulullah bersabda :


إِنَّ اللهَ عَزَّ وَ جَلَّ لاَ يَقْبَلُ مِنَ الْعَمَلِ إِلاَّ مَا كَانَ لَهُ خَالِصًا وَابْتُغِيَ بِهِ وَجْهُهُ

“Sesungguhnya Allah tidak menerima suatu amal perbuatan kecuali yang murni dan hanya mengharap ridho Allah”. [HR. Abu Dawud dan Nasa’i]

Lawan daripada ikhlas (diredhai Allah) adalah syirik (dilaknati Allah) kerana menjadikan bagi Allah tandingan/sekutu di dalam beribadah, atau beribadah kepada Allah tetapi juga kepada selain-Nya). Contohnya : Riya’ (memperlihatkan amalan pada orang lain), Sum’ah (memperdengarkan suatu amalan pada orang lain), ataupun Ujub (berbangga diri dengan amalannya). Kesemuanya itu adalah Syirik yang harus dijauhi oleh seorang hamba agar ibadahnya itu diterima oleh Allah .
Sebagaimana sabda Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam:

إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمُ الشِّرْكُ اْلأَصْغَرُ قَالُوا وَمَا الشِّرْكُ اْلأَصْغَرُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ الرِّيَاءُ

“Sesungguhnya sesuatu yang paling aku takutkan terjadi pada kalian adalah syirik (khafi) kecil”, para sahabat bertanya : “Wahai Rasulullah, apa itu syirik kecil ? Rasulullah menjawab : “Riya’”. [HR. Ahmad]

Firman Allah :

A048
SesungguhNya Allah tidak akan mengampunkan dosa (Syirik terhadap hak-hak mutlak zat Allah) mempersekutukan (merampas, mendahului serta diadakan tandingan & bandingan terhadap hak-hak mutlakNya dengan sesuatu apa jua), dan akan mengampunkan dosa-dosa yang lain dari itu bagi sesiapa yang dikehendakiNya (menurut aturan syariatNya - Allah), dan sesiapa yang mempersekutukan (merampas, mendahului serta diadakan tandingan bagi hak-hak mutlat) Allah (dengan sesuatu yang lain), Maka sesungguhNya ia telah meolakukan dosa yang besar.

anNisa' 4; 48
A049
Tidak kah engkau perhatikan (dan merasa pelik wahai Muhammad) kepada orang-orang yang membersikan (taksub kpd berhala manusia, memuja, memuji, menyucikan) diri sendiri (keturunan, kaum, puak, jemaah, partiNya, Padahal perkara itu bukan hak : kekuasaan manusia) bahkan Allah jua lah yang berhak : berkuasa membersihkan (memuji, menyucikan) sesiapa yang dikehendakiNya (menurut aturan syariatNya - Allah), dan mereka pula tidak akan diinaya (atau dikurangkan balasan baik) walau sedikit pun.

anNisa' 4; 49

Nota :
Siapa mereka dibumi malaysia hari ini ???
///

Al-Yunan.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan